Perang Badar [Lampiran 1: Peta Kekuatan Quraisy vs Muslimin dalam Perang Badar]
By admin | March 1, 2010
| Tanggal | 17 Maret 624 M / 17 Ramadhan 2 H |
| Lokasi | Lembah di kaki Bukit Badar, 80 mil barat daya Madinah |
| Hasil | Kemenangan Muslim |
Panglima
Muslimin : Muhammad Saw
Quraisy : Abu Sufyan Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »
Perang Badar [Bagian 13 (Selesai) : Semangat Penduduk Madinah Menyambut Kemenangan di Bulan Suci]
By admin | February 23, 2010
Sehari sebelum Nabi Saw dan tentara Islam sampai di Madinah, kedua utusan beliau (Saw) Zaid bin Haritsah dan Abdullah bin Rawahah sudah lebih dulu sampai. Mereka masing-masing memasuki kota dari gerbang yang berbeda. Dari atas unta yang dikendarainya, Abdullah mengumumkan dan memberikan kabar gembira kepada Kaum Anshar tentang kemenangan Rasulullah Saw dan para sahabatnya, sambil menyebutkan nama-nama pihak musyrikin Mekkah yang terbunuh. Begitu juga Zaid bin Haritsah, ia melakukan hal yang sama sambil ia menunggang Qashwa’, unta milik Nabi. Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | 2 Comments »
Perang Badar [Bagian 12: Menuju Madinah]
By admin | February 17, 2010
Keesokan harinya pagi-pagi, saat pasukan Muslimin sudah siap-siap berangkat pulang menuju Madinah, mulailah timbul pertanyaan sekitar masalah harta rampasan, buat siapa seharusnya. Apakah harta itu untuk pasukan yang melakukan serangan, pasukan yang mengejar, ataukah pasukan yang mengawal Muhammad Saw. Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »
Perang Badar [Bagian 11: Kondisi Tentara Islam Pasca Perang]
By admin | February 10, 2010
Nabi Muhammad Saw sangat welas asih. Sejak sebelum pertempuran di Badar, beliau (Saw) sudah minta kepada Muslimin untuk tidak membunuh orang-orang tertentu dari kalangan Bani Hasyim dan pembesar Quraisy, terlepas dari fakta bahwa mereka akan membunuh setiap orang Islam yang dapat mereka bunuh. Beliau (Saw) memerintahkan itu bukan karena beliau (Saw) ingin membela keluarganya atau siapa saja yang punya pertalian keluarga dengan beliau (Saw). Jiwa seorang Muhammad Saw sangat besar dan tak akan terpengaruh oleh hal-hal macam itu. Apa yang menjadi pertimbangan beliau (Saw) ialah, karena beliau (Saw) teringat bahwa ketika masih di Mekkah, Bani Hasyim telah melindungi beliau (Saw) selama tigabelas tahun sejak awal masa kerasulannya hingga masa hijrahnya, sampai-sampai paman beliau (Saw), Abbas bin Abdul Muthalib, ikut menyertai beliau (Saw) pada malam diadakannya Baiat ‘Aqaba. Selain itu, beliau (Saw) juga mengingat jasa beberapa orang kafir di kalangan Quraisy di luar Bani Hasyim yang menuntut dibatalkannya piagam pemboikotan oleh Quraisy atas beliau (Saw) dan para sahabatnya yang memaksa beliau (Saw) tinggal di celah-celah gunung. Segala kebaikan yang diberikan oleh mereka dianggap beliau (Saw)sebagai suatu jasa yang harus mendapat balasan setimpal, harus mendapat balasan sepuluh kali lipat. Karena itu, oleh kaum Muslimin beliau (Saw) dianggap sebagai perantara bagi mereka masing-masing selama terjadi pertempuran, meskipun di kalangan Quraisy sendiri masih ada yang menolak pemberian pengampunan itu –seperti yang dilakukan oleh Abu Al-Bakhtari. Dia dikenal sebagai salah seorang yang ikut melaksanakan dicabutnya piagam pemboikotan. Namun ia menolak dan terbunuh. Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »
Perang Badar [Bagian 10: Kemenangan yang Nyata]
By admin | February 3, 2010
Dengan kekuatan dahsyat, pasukan Muslimin yang hanya tersisa mampu mengobrak-abrik barisan Quraisy yang jumlahnya lebih banyak dan mengepung, mengelilingi mereka. Pertahanan Quraisy yang goyah setelah tewasnya Umayya bin Khalaf dan Abu Jahal semakin tak terkendali. Beberapa orang tentara Quraisy mulai histeris dan ketakutan. Tak sedikit pula yang menyerah dan meminta agar dirinya ditawan saja. Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »
Perang Badar [Bagian 9: Terbunuhnya Abu Jahal]
By admin | January 26, 2010
Dalam pertempuran dahsyat itu, Dua orang pemuda, kakak-beradik Muawwadz dan Muadz bin Afra telah berniat untuk membunuh Abu Jahal sejak pertama kali melangkahkan kaki mereka ketika hendak menuju Badar. Mereka ikut bersama-sama Rasulullah Saw tetapi mereka telah berkonsentrasi kepada satu misi yang begitu penting menurut mereka. Di medan pertempuran, mereka seolah tak menghiraukan keberadaan musuh yang lainnya. Mereka hanya mencari sosok yang sangat membenci Umat Islam. Ketika dari kejauhan mereka melihat Abu Jahal, mereka langsung menerobos medan perang yang sedang membara itu dan langsung membenamkan pedang-pedang mereka berdua di tubuh Abu Jahal. Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »
Perang Badar [Bagian 8: Hilangnya Keraguan Pasukan Muslimin]
By admin | January 19, 2010
Keadaan Muslimin bertambah kuat setelah Muhammad Saw membangkitkan semangat mereka. Rasulullah Saw turut hadir di tengah-tengah mereka, mendorong mereka dalam melakukan perlawanan terhadap musuh. Rasulullah Saw menyerukan kepada mereka, bahwa surga bagi mereka yang telah teruji. Rasulullah Saw pun ikut langsung terjun ke tengah-tengah musuh. Dalam peperangan itu, kaum Muslimin mengarahkan fokus dan perhatiannya kepada para pemuka dan pemimpin-pemimpin Quraisy. Mereka perlu dikikis habis sebagai balasan yang seimbang atas segala kekejaman yang diterima Rasulullah Saw dan para sahabatnya semasa tinggal di Mekkah. Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »
Perang Badar [Bagian 7: Kedua Belah Pihak Menata Pasukan di Badar]
By admin | January 12, 2010
Pada Jum’at pagi 17 Ramadan 2 H itu, pihak Quraisy akhirnya tiba di Badar. Mereka mengutus orang yang akan memberikan laporan tentang keadaan kaum Muslimin. Mereka lalu mengetahui bahwa jumlah kaum Muslimin kurang lebih hanya tiga ratus orang, tanpa pasukan pengintai, tanpa bala bantuan, dengan hanya satu ekor kuda. Kaum Muslimin hanya orang-orang yang berlindung dengan pedang mereka sendiri. Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »
Perang Badar [Bagian 6: Tiba di Badar]
By admin | January 5, 2010
Berbeda dengan pasukan Quraisy, pihak Muslimin yang sudah kehilangan kesempatan mendapatkan harta rampasan telah sepakat akan bertahan terhadap musuh bila kelak diserang. Karena itu mereka segera berangkat ke tempat mata air di Badar. Perjalanan menjadi lebih mudah lagi karena saat itu hujan turun. Setelah mereka mendekati mata air, Muhammad Saw memerintahkan pasukan untuk berhenti. Ada seseorang yang bernama Hubab bin Mundhir bin Jamuh, orang yang paling mengenal tempat itu, setelah dilihatnya Nabi Saw turun di tempat tersebut, ia bertanya: Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »
Perang Badar [Bagian 5: Keraguan Pasukan Quraisy dan Muslimin Menjelang Perang]
By admin | December 28, 2009
Hingga keesokan harinya, kaum Muslimin masih menanti lewatnya rombongan kafilah Abu Sufyan. Namun setelah ada tanda-tanda dan berita-berita bahwa mereka telah lolos dan yang masih berada di dekat mereka adalah angkatan perang Quraisy, beberapa orang yang tadinya mempunyai harapan penuh akan beroleh harta rampasan, berbalik menjadi layu. Beberapa orang bertukar pikiran dengan Nabi Saw dengan maksud memengaruhi Nabi Saw supaya kembali saja ke Madinah, tidak perlu berhadapan dengan pasukan yang datang dari Mekkah untuk berperang. Read the rest of this entry »
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Social & History >< Sosial & Sejarah | No Comments »







