Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (V-Z)
By admin | November 6, 2009
Verb
1. Verba
2. Kata kerja
Kelas kata yang biasanya berfungsi sebagai predikat.
Voice
Suara
Bunyi yang dihasilkan karena bergetarnya pita suara dalam laring. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »
Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (Q-U)
By admin | November 5, 2009
Redundancy
Kelimpahan
Jumlah informasi yang dikomunikasikan yang melebihi jumlah minimum yang diperlukan.
Reference
1. Referens
2. Referensi
Hubungan antara referen dengan lambang yang dipakai untuk mewakilinya.
Referent
Referen
Unsur luar bahasa yang ditunjuk oleh unsur bahasa. Read the rest of this entry »
Topics: Uncategorized | No Comments »
Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (M-P)
By admin | November 4, 2009
Meaning
Makna
1. Maksud pembicara; 2. Pengaruh satuan bahasa dalam pemahaman persepsi atau perilaku manusia atau kelompok manusia; hubungan, dalam arti kesepadanan atau ketidaksepadanan antara bahasa dan alam di luar bahasa, atau antara ujaran dan semua hal yang ditunjuknya; 4. Cara menggunakan lambang-lambang bahasa.
Mentalism
Mentalisme
Aliran yang menylidiki aspek makana bahasa dengan menghubungkan konsep atau ujud mental yang dinyatakan oleh kata-kata dalam suatu bahasa dan yang beranggapan bahwa keadaan dan proses mental berada lepas dari perwujudan dalam perilaku.
Message
1. Amanat
2. Pesan
Keseluruhan makna atau isi uatu wacana; konsep dan perasaan yang hendak disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »
Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (I-L)
By admin | November 3, 2009
Idiom
1. Idiom
2. Perumpamaan
1. Konstruksi dari unsur-unsur yang saling memilih, masing-masing anggota mempunyai makna yang ada hanya karena bersama yang lain; 2. Konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya; 3. Bahasa dan dialek yang khas menandai suatu bangsa, suku, kelompok, dll.
Incomplete sentence
1. Kalimat tak lengkap
2. Kalimat minor
Kalimat yang dipakai secara terbatas; dapat lengkap, dapat pula tak lengkap, seperti panggilan, salam, judul, motto, pepatah, kalimat telegram, dsb.
Indirect speech
Wacana tak langsung
Pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip secara harfiah kata-kata yang dipakai oleh pembicara, mempergunakan konstruksi gramatikal atau kata tertentu. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »
Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (E-H)
By admin | November 2, 2009
Ellipsis
Elipsis
Peniadaan kata atau ujud lain yang ujud asalnya dapat diramalkan dari konteks bahasa atau konteks luar bahasa.
Emotive
Emotif
Gaya atau makna yang menunjukan perasaan.
Empiricism
Empirisme
Teori bahwa smeua konsep berasal dari pengalaman; dan bahwa semua pernyataan yang menggambarkan pengetahuan hanya dapat dipertanggungjawabkan dari pengalaman. Dalam linguistik, paham ini berusaha membatasi analisis bahasa pada data di dalam korpus, yang diperoleh dengan penelitian lapangan. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »
Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (A-D)
By admin | November 1, 2009
Accent
Aksen
Variasi bahasa yang berbeda daripada variasi standar, terutama dalam ucapan.
Adjective
1. Ajektiva
2. Kata Sifat
kata yang menerangkan kata benda. Dalam Bahasa Indonesia ajektiva mempunyai ciri dapat bergabung dengan tidak dan partikel seperti lebih, sangat, dsb. Dalam Bahasa Inggris ditandai oleh kemampuannya untuk bergabung dengan –er, est, atau more, most. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »
Konsep Penamaan Dalam Cakupan Semantik (4)
By admin | October 25, 2009
Salah satu jalan keluar dari semua kesulitan kita adalah dengan mengatakan bahwa hanya BEBERAPA KATA saja yang benar-benar menunjukkan benda –bahwa anak-anak mempelajari BEBERAPA di antaranya sebagai label. Ini merupakan esensi dari gagasan Russel (1940:25, 66 [1962: 23, 63]) yang menyatakan bahwa ada dua jenis kata, ‘kata benda’ dan ‘kata kamus’. Kata benda seolah-olah dipelajari, yaitu dengan menunjuk kepada benda, sedangkan kata-kata kamus harus didefinisikan sebagai kata benda. Sehingga kata-kata benda memiliki DEFINISI OSTENSIF. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »
Konsep Penamaan Dalam Cakupan Semantik (3)
By admin | October 24, 2009
Ada beberapa kata benda yang sama sekali tidak mengacu pada objek fisik, juga tidak mengacu pada item imajiner. Jadi kita tidak dapat mengidentifikasi objek yang dinamai cinta, benci, inspirasi, omong kosong. Ketika para ahli tata bahasa berbicara tentang kata benda yang menjadi nama benda-benda tertentu, kita dapat mempertanyakan apakah cinta, benci, dsb. adalah kata benda. Jika mereka bersikeras mengatakan ‘Ya, namun benda tersebut adalah abstrak’, maka jelas bahwa satu-satunya alasan mengapa para ahli itu menyebut kata-kata tersebut sebagai benda adalah karena kata-kata benda tersebut berhubungan dengan apa yang dimaksudnya. Akan tetapi, kemudian seluruh definisi menjadi sirkuler, ketika sesuatu dinamai dengan kata benda. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »
Konsep Penamaan Dalam Cakupan Semantik (2)
By admin | October 23, 2009
Ada banyak kesulitan dengan pandangan tentang penamaan. Awalnya, nampak bahwa ini hanya diterapkan kepada kata benda (atau ekspresi nomina secara umum); memang tata bahasa tradisional sering mendefinisikan kata benda, berbeda dari kata sifat, kata kerja, preposisi, dan sebagainya, sebagai ‘nama seseorang atau sesuatu’. Jika bukan mustahil, hal ini mempersulit perluasan teori penamaan guna memasukkan bagian-bagian lain dalam bahasa lisan. Tak diragukan lagi bahwa warna dapat diberi label, seperti yang dilakukan pada grafik warna. Dengan demikian sangat mungkin bahwa kata warna (adjektiva), dapat dianggap sebagai nama. Tapi ini sama sekali tidak masuk akal untuk diberlakukan kepada sebagian besar adjektiva lainnya. Sejak awal tulisan ini, saya telah menggunakan kata sifat: menarik, relevan, bermanfaat, tradisional, sulit, dan masuk akal. Berapa banyak kata-kata ini dapat digunakan sebagai label untuk mengidentifikasi sesuatu yang dinyatakan? Intinya bahkan nampak lebih jelas pada masalah verba. Secara virtual, hampir tidak mungkin untuk dapat mengidentifikasi apa yang ‘dinamai’ oleh kata kerja. Bahkan jika kita mengambil sebuah kata kerja seperti ‘run’ dan berusaha untuk menggambarkan dengan anak laki-laki berjalan (baik dalam gambar diam atau bergerak) tidak ada cara yang jelas di mana kita dapat mengisolasikan ‘berjalan’ sebagai bagian dari itu. Dengan menggunakan kata benda, kita seringkali dapat menggambar objek yang dilambangkannya. Tapi ini sulit dilakukan pada kata kerja. Maka, mari kita pikirkan verba ‘run’ dan berusaha untuk menggambarkan apa yang ditunjukkan dengan gambar seorang anak laki-laki berjalan. Ada dua kesulitan yang muncul (bahkan jika kita memiliki gambar bergerak). Pertama, kita tidak diberi sajian terpisah antara ‘boy’ (seorang anak laki-laki) dengan ‘running’ (berlari). Kita membutuhkan metode yang cukup memuaskan untuk memisahkan keduanya. Kedua, bahkan hingga sejauh kita dapat membedakan anak laki-laki dan ‘apa yang dia lakukan’, akan jauh lebih sulit untuk mengidentifikasi secara tepat tentang karakteristik yang penting dari apa yang dinyatakan oleh verba daripada apa yang dinyatakan oleh kata benda. Misalnya, apakah berjalan hanya melibatkan gerakan kaki atau lengan juga terlibat? Apakah kita perlu melibatkan perubahan posisi? Apakah kecepatan juga relevan? Jelas tidak ada sesuatu yang dapat dengan mudah dikenali dan diidentifikasi sebagai ‘berlari’. Masalahnya bahkan jelas lebih sulit pada kata-kata semacam remember, like, atau see. Pertimbangan serupa juga berlaku untuk preposisi (up, under) dan konjungsi (when, because), kemudian kata ganti (I, he) bahkan membuat masalah ini lebih sulit, karena mereka menyatakan hal yang berbeda pada waktu yang berbeda. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »
Konsep Penamaan Dalam Cakupan Semantik (1)
By admin | October 22, 2009
Bahasa bisa dianggap sebagai suatu sistem komunikasi dengan penanda (signifie) pada satu sisi, dan tertanda (signified) di sisi lain. Terlepas dari hal tersebut, masalah dasar semantik adalah bagaimana menentukan hubungan di antara keduanya. Read the rest of this entry »
Topics: Linguistics >< Linguistik | No Comments »







