Culture & Literature >< Sastra & Budaya
« Previous EntriesAntara Al Qur’an dan Kedahsyatan sebuah Puisi
Tuesday, July 7th, 2009Jika anda perhatikan note-note facebook saya secara seksama, baru pada dua atu tiga note terakhir saya menyertakan tag nama-nama friends di dalam note yang saya buat. Sebelumnya, saya tidak pernah nge-tag siapapun dalam note-note yang saya post di facebook. Ini, terutama untuk note-note yang berisi puisi. Saya nge-post puisi-puisi itu lebih karena ingin memperbanyak notes [...]
Novel-Novel Pada Zaman Revolusi Indonesia (5) : ‘Kubur Tak Bertenda’ Karya Mohamad Ali
Tuesday, March 17th, 2009Salah satu karya novel Mohamad Ali yang berjudul Kubur Tak Bertenda memberikan gambaran pada kita mengenai kekecewaan seorang tokoh yang bernama Soejono terhadap kondisi saat itu. Sebagai seorang manusia yang hidup serba berkecukupan, Soejono tidak dapat menerima kondisi masyarakat yang rusak. Dia ingin berontak, tetapi tidak bisa karena dia tidak memiliki kekuatan karena pribadinya lemah.
Novel-Novel Pada Zaman Revolusi Indonesia (4) : ‘Bukan Pasar Malam’ Karya Pramoedya Ananta Toer
Friday, March 13th, 2009Pada masa revolusi, Pramoedya Ananta Toer ikut menuliskan karya untuk meramaikan penggambaran jiwa jaman pada saat itu. Salah satu karya dari Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Bukan Pasar Malam, menggambarkan seorang tokoh yang ditokohkan oleh “aku” yang mengingginkan keadilan.
Novel-Novel Pada Zaman Revolusi Indonesia (3) : ‘Cinta Tanah Air’ Karya N. St. Iskandar
Monday, March 9th, 2009Novel Cinta Tanah Air karya N. St. Iskandar menceritakan bagaimana keadaan pemuda kita yang sanggup berdiri denga sendirinya untuk membangun alam Indonesia yang subur ini. Keadaan itu menciptakan citra manusia yang memggelora memandang masa depan dengan keindahan alamnya, masa kemerdekaan, masa gemilang.
Novel-Novel Pada Zaman Revolusi Indonesia (2) : ‘Perdjalanan Penganten’ Karya Ajip Rosidi
Thursday, March 5th, 2009Novel lain yang mampu yang menggambarkan kehidupan pada masa revolusi adalah novel Ajip Rosidi yang berjudul “Perdjalanan Penganten”. Ajip menggambarkan seorang tokoh yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat. Tokoh yang ditampilkan dalam perdjalanan penganten adalah manusia pemikir.
Novel-Novel Pada Zaman Revolusi Indonesia (1) : ‘Atheis’ Karya Achdiat Kartamihardja
Sunday, March 1st, 2009Novel-novel karya Achdiat K. Miharja benar-benar mampu menggambarkan situasi pada zaman revolusi. Salah satu karyanya yang menggambarkan masa revolusi adalah “Atheis”. Dalam novel tersebut digambarkan perasaan seorang tokoh yang bernama Hasan yang tidak mau mengakui adanya Tuhan.
Mengeksplorasi Ilmu Budaya (4) : Bentuk & Unsur Kebudayaan
Saturday, February 28th, 2009Berdasarkan sejarah kebudayaan, Redfield berpendapat bahwa bentuk kebudayaan dapat dibagi dua yaitu:
w Kebudayaan rendah, kebudayaan rendah bukan yang terjadi sehari-hari, tetapi bisa juga dikatakan sebagai kebudayaan tinggi. Namun cakupannya tidak seluas kebudayaan tinggi.
Mengeksplorasi Ilmu Budaya (3) : Difusi Kebudayaan
Tuesday, February 24th, 2009Bersamaan dengan penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi, turut pula tersebar unsur-unsur kebudayaan ke seluruh penjuru dunia yang disebut proses difusi (diffusion). Salah satu bentuk difusi adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain yang dibawa oleh kelompok manusia yang bermigrasi. Bentuk difusi yang lain yaitu penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang berdasarkan [...]
Mengeksplorasi Ilmu Budaya (2) : Wujud Kebudayaan
Friday, February 20th, 2009Kebudayaan mempunyai paling sedikit tiga wujud, yaitu: (1) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya; (2) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat; (3) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Mengeksplorasi Ilmu Budaya (1) : Definisi Kebudayaan
Monday, February 16th, 2009Kata kebudayaan berasal dari kata Sansakerta yaitu Buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi atau akal”. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Tetapi ada sarjana lain yang mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi daya yang berarti daya dari budi. Karena itu mereka membedakan budaya dari [...]
« Previous Entries






