• Custom Search

    Subscribe/Lihat RSS

    Comments/Komentar RSS

    Be a Fan of Mahardhika Zifana in Facebook by Clicking the Picture Below

    Be a Fan of Mahardhika Zifana in Facebook

    Add to Technorati Favorites

    Add to Google

    Add to My Yahoo!

    Magus: Thriller di Mesjid Menara Kudus
    Magus: Thriller di Mesjid Menara Kudus by Mahardhika Zifana
    My rating: 5 of 5 stars
    View all my reviews

    Mau Belanja Buku Online? Klik gambar di bawah ini:


    Masukkan Code ini K1-93B216-3
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

    Mau Domain Gratis Keren www.namadomain.co.cc? Klik gambar di bawah ini:

    CO.CC:Free Domain

    Butuh Web-Hosting Gratis Terbaik? Klik Gambar di bawah ini:

    Free Web Hosting with Website Builder

    Mahardhika Zifana's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

    Cari Uang Banyak di Internet? Klik gambar di bawah ini:

  • « | Home | »

    Novel-Novel Pada Zaman Revolusi Indonesia (1) : ‘Atheis’ Karya Achdiat Kartamihardja

    By admin | March 1, 2009

    Novel-novel karya Achdiat K. Miharja benar-benar mampu menggambarkan situasi pada zaman revolusi. Salah satu karyanya yang menggambarkan masa revolusi adalah “Atheis”. Dalam novel tersebut digambarkan perasaan seorang tokoh yang bernama Hasan yang tidak mau mengakui adanya Tuhan.

    Hasan kehilangan pegangan. Kekecewaannya tertumpuk-tumpuk sehingga kehidupannya tidak diperhatikannya. Dia akhirnya kecewa dengan sikapnya yang tidak mengakui adanya Tuhan. Padahal Hasan sebenarnya sudah memeliki padandangan hidup yang baik. Hanya, tampaknya dia tidak memahaminya secara benar. Hal itulah yang menyebabkan Hasan kemudian mengubah pandangan hidupnya.

    Hasan sudah mengenal Islam sejak kecil. Ayah dan ibunya adalah orang-orang alim. Hasan dididik oleh ayah-ibunya secara Islam. Namun, ternyata Hasan tidak mengerti pendangan hidup yang dianutnya. Hal itulah yang menyebabkan Hasan kemudian tertarik pada pandangan hidup yang lain, yaitu pandangan hidup atheisme.

    Pemahaman terhadap Islam yang tidak penuh itu menyebabkan manusia yang menganutnya menjadi mudah tergoyah. Hasan dapat dengan mudah digoyah oleh tokoh-tokoh atheis sebab lingkungan dan masa saat hasan hidup adalah masa yang penuh dengabn pergolakan ide, yaitu sekitar perang kemerdekaan atau masa pendudukan Jepang.

    Masa pendudukan Jepang merupakan masa yang penuh dengan gejolak. Manusia-manusia Indonesia yang ada di masa itu tergiur oleh bujukan-bujukan kaum komunis yang memang menampakan janji-janji yang menggiurkan dengan pola berpikir rasionalnya. Sementara, manusia-manusia yang ada di masa itu masih terbelenggu oleh pikiran-pikiran tradisional, seperti yang ada di dalam diri Hasan.

    balaibahasabandung.web.id

    • Share/Bookmark

    Topics: Culture & Literature >< Sastra & Budaya | No Comments »

    Comments

    rahasia-kaum-falasha