• Custom Search

    Subscribe/Lihat RSS

    Comments/Komentar RSS

    Be a Fan of Mahardhika Zifana in Facebook by Clicking the Picture Below

    Be a Fan of Mahardhika Zifana in Facebook

    Add to Technorati Favorites

    Add to Google

    Add to My Yahoo!

    Magus: Thriller di Mesjid Menara Kudus
    Magus: Thriller di Mesjid Menara Kudus by Mahardhika Zifana
    My rating: 5 of 5 stars
    View all my reviews

    Mau Belanja Buku Online? Klik gambar di bawah ini:


    Masukkan Code ini K1-93B216-3
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

    Mau Domain Gratis Keren www.namadomain.co.cc? Klik gambar di bawah ini:

    CO.CC:Free Domain

    Butuh Web-Hosting Gratis Terbaik? Klik Gambar di bawah ini:

    Free Web Hosting with Website Builder

    Mahardhika Zifana's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

    Cari Uang Banyak di Internet? Klik gambar di bawah ini:

  • « | Home | »

    Novel-Novel Pada Zaman Revolusi Indonesia (2) : ‘Perdjalanan Penganten’ Karya Ajip Rosidi

    By admin | March 5, 2009

    Novel lain yang mampu yang menggambarkan kehidupan pada masa revolusi adalah novel Ajip Rosidi yang berjudul “Perdjalanan Penganten”. Ajip menggambarkan seorang tokoh yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat. Tokoh yang ditampilkan dalam perdjalanan penganten adalah manusia pemikir.

    Ajip sebagai tokoh utama dalam novel ini adalah seorang redaktur di sebuah penerbitan Balai Pustaka di Jakarta. Sebagai penulis Ajip adalah penulis idealis yang tidak terpengaruh oleh gaya dan cara pengarang lain. Ajip lebih senang mengarang dengan latar belakang kehidupan desa yang masih dekat dengan tradisi dan tradisi inilah yang menjadi akar atau dasar kehidupan desa. Ajip hidup pada masa sesudah kemerdekaan Republik Indonesia. Masa pemerintahan Indonesia mulai membenahi dan membangun pemerintahannya dan negaranya yang telah ditinggalkan oleh Jepang.

    Kondisi pemerintahan pada waktu itu belum stabil benar, dimana-mana masih serong terjadi kerusuhan yang dilakukan oleh gerombolan-gerombolan penjahat. Ditengah kondisi masyarakat yang demikian, Ajip hidup sebagai seorang Indonesia yang baik, Ajip merasa bertanggungjawab dalam memperbaiki kondisi masyarakat yang demikian, terutama kondisi masyarakat di desanya.

    Pada masa yang dipenuhi oleh rasa ketamakan tersebut, manusia-manusia yang ada didalamnya dituntut untuk berlaku jujur, berdedikasi tinggi, dan mau berkorbankan demi orang lain. Ajip telah menunjukan hal itu, ia beranai meninggalkan jabatannya sebagai redaktur, demi tanggung jawab terhadap masyarakat di desanya. Manusia seperti Ajip adalah manusia pemikir. Semua persoalan yang terjadi dimasyarakat selalu menjadi bahan pikirannya.

    balaibahasabandung.web.id

    • Share/Bookmark

    Topics: Culture & Literature >< Sastra & Budaya | No Comments »

    Comments

    rahasia-kaum-falasha