• Custom Search

    Subscribe/Lihat RSS

    Comments/Komentar RSS

    Be a Fan of Mahardhika Zifana in Facebook by Clicking the Picture Below

    Be a Fan of Mahardhika Zifana in Facebook

    Add to Technorati Favorites

    Add to Google

    Add to My Yahoo!

    Magus: Thriller di Mesjid Menara Kudus
    Magus: Thriller di Mesjid Menara Kudus by Mahardhika Zifana
    My rating: 5 of 5 stars
    View all my reviews

    Mau Belanja Buku Online? Klik gambar di bawah ini:


    Masukkan Code ini K1-93B216-3
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

    Mau Domain Gratis Keren www.namadomain.co.cc? Klik gambar di bawah ini:

    CO.CC:Free Domain

    Butuh Web-Hosting Gratis Terbaik? Klik Gambar di bawah ini:

    Free Web Hosting with Website Builder

    Mahardhika Zifana's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

    Cari Uang Banyak di Internet? Klik gambar di bawah ini:

  • « | Home | »

    The Count of Monte Cristo : Seni Membalas Dendam ala Dumas

    By admin | November 9, 2008

    Biasanya, bila berbicara tentang Dumas, orang hanya tahu The Three Musketeers atau The Man In The Iron Mask. Sebenarnya hampir semua karya Dumas sama menariknya dengan dua roman tersebut. Contohnya The Count of Monte Cristo. Saya tak pernah bosan membaca buku ini. Sudah berkali-kali saya mengulang dan membaca buku ini hingga selesai sejak saya duduk di bangku SMP.

    The Count of Monte Cristo adalah sebuah roman luar biasa yang mengisahkan penderitaan seorang manusia yang dihukum karena fitnah dan kemudian membalas dendam setelah berhasil meloloskan diri dari penjara. Kisah petualangan ini dilukiskan secara teliti dan hidup. Dalam roman ini, Dumas menyoroti berbagai watak manusia: dengki, iri, cemburu, nafsu, kedermawanan, kepahlawanan dan cinta.

    Kisah dimulai saat Edmond Dantes, seorang pelaut Marseilles, yang bekerja sebagai kelasi kelas satu di kapal Le Pharaon terpaksa mengambil alih pimpinan kapal karena sang kapten kapal, Laurent Leclere, jatuh sakit dalam perjalanan pulang mengangkut barang dari Triestina dan Napoli. Wasiat terakhir sang Kapten meminta agar jasadnya dikebumikan di Pulau Elba –tempat pembuangan Napoleon Bonaparte. Dantes kemudian memimpin sekelompok anak buahnya untuk singgah di pulau tersebut guna memenuhi wasiat terakhir sang Kapten. Saat meninggalkan pulau tersebut, Napoleon Bonaparte menitipkan sepucuk surat pada Dantes untuk disampaikan kepada seorang agennya di Marseilles.

    Dantes memiliki tunangan cantik yang bernama Mercedes. Fenand Mondego, sepupu Mercedes yang juga salah seorang kenalan Dantes, ternyata juga mencintai Mercedes. Ia merasa iri pada Dantes yang berhasil mendapatkan cinta Mercedes. Mondego lalu bersekongkol dengan Phillipe Danglars, juru tulis Kapal Le Pharaon yang juga iri pada Dantes. Danglars iri karena Dantes diangkat sebagai Kapten baru Le Pharaon oleh sang pemilik kapal, Monsieur Morrel.

    Mereka berdua kemudian bersekongkol untuk memfitnah Dantes kepada pejabat pemerintahan Raja Louis yang berkuasa dengan mengatakan bahwa Dantes ialah seorang anggota gerakan Bonapartist (pendukung Napoleon), dengan bukti adanya surat yang dititipkan Napoleon saat Dantes mampir di pulau Elba.

    Semula Jaksa de Villefort yang menangani kasus Dantes tidak percaya kepada tuduhan itu. Namun saat ia memeriksa surat itu, ternyata surat tersebut ditujukan Napoleon kepada ayah de Villefort. De Villefort yang selalu mati-matian menyembunyikan fakta bahwa ayahnya seorang pendukung Napoleon, merasa takut kedudukannya sebagai pejabat pemerintahan Louis XVII akan tergoyahkan bila diketahui bahwa dia adalah anak seorang pendukung Napoleon. Maka de Villefort pun akhirnya memenjarakan Dantes –sesuai dengan keinginan dan rencana Mondego dan Danglars.

    Tanpa diadidli, Dantes lalu dipenjarakan di sebuah pulau terpencil yang khusus digunakan sebagai tempat hukuman bagi para tahanan politik. Sementara Mondego menikahi Mercedes. Dantes tinggal dalam penjara dengan penuh penderitaan. Beberapa kali, ia mencoba untuk bunuh diri. Hingga suatu hari, dari sebuah lubang di dalam selnya, Dantes berkenalan dengan Abbe Faria, seorang pendeta mantan pendukung Napoleon. Mereka berdua kemudian merencanakan pelarian dari penjara tersebut. Selain itu, Faria juga telah menjadi guru bagi Dantes selama berada dalam penjara. Dia diajari berbagai bahasa, ilmu ekonomi, fisika, beladiri dan filsafat.

    Malang tak dapat diraih, saat sedang menggali terowongan yang sedianya akan digunakan untuk melarikan diri, terowongan yang mereka gali roboh dan menimpa Padri Faria. Dalam keadaan sekarat sebelum tewas, Faria memberikan sebuah peta yang menunjukan lokasi penyimpanan harta karun peninggalan milyader Enrique Spada di sebuah Pulau terpencil bernama Isle of Monte Cristo.

    Dantes akhirnya melarikan diri melalui sebuah drama menegangkan. Dia menukar mayat Padri Faria dalam karung dengan tubuhnya sendiri melalui terowongan yang menghubungkan selnya dan sel Faria. Setelah berhasil melarikan diri, Dantes berkenalan dengan pasukan bajak laut dan penyelundup di bawah pimpinan Luigi Vampa. Hingga suatu hari, Dantes berhasil menggali harta yang ditunjukan Faria di pulau Monte Cristo.

    Dantes yang telah kaya raya berkat harta itu kemudian merahasiakan identitas dirinya dan dia memperkenalkan diri pada masyarakat Perancis sebagai seorang bangsawan bernama the Count of Monte Cristo.

    Lambat laun, Dantes alias the Count of Monte Cristo dapat memasuki jajaran elit masyarakat Perancis. Perlahan-lahan, dibalaskannya dendam pada orang-orang yang dulu memfitnah dan menjebloskannya ke dalam penjara. Hingga akhirnya, semua orang yang dulu bersekongkol mencelakakan dirinya mendapat balasan yang setimpal. De Villefort, jaksa zalim yang mengirimnya ke penjara, dibuktikannya terlibat pembunuhan terhadap ayahnya sendiri. Ia lalu dijatuhi hukuman mati. Kemudian Eugene Danglars dibuatnya bangkrut hingga menjadi gila. Sementara Fernand Mondego yang telah merebut Mercedes darinya, ia buat bangkrut pula usahanya hingga stres dan bunuh diri.

    Bila anda membaca buku ini, ada pelajaran filosofis mendalam tentang cinta, kehidupan, kematian, dan kekayaan. Dumas menggambarkan secara bijaksana bahwa hal-hal semacam kehidupan, kejayaan, kekayaan, adalah hal-hal yang selalu memiliki akhir dalam wujud kematian.

    Pelajaran mendalam yang kedua ialah tentang dendam. Pada akhir kisah diceritakan bahwa jelas tak ada manfaat apapun yang diperoleh The Count of Monte Crsito alias Edmond Dantes setelah ia membalaskan dendamnya kepada para musuhnya. Revenge is nothing, itulah pesan moral paling mendalam pada buku ini.

    Dengan segalakelebihannya itu, buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh anda yang merasa sedang belajar di dalam sekolah kehidupan. Ingatlah sekolah reguler dengan sekolah kehidupan memiliki perbedaan mendalam: bila di sekolah reguler anda memperoleh pelajaran dan kemudian mendapatkan ujian, maka di sekolah kehidupan anda mendapat ujian terlebih dahulu, baru kemudian memperoleh pelajaran.

    • Share/Bookmark

    Topics: Book Reviews & Comments >< Resensi & Komentar Buku, Culture & Literature >< Sastra & Budaya | 3 Comments »

    3 Responses to “The Count of Monte Cristo : Seni Membalas Dendam ala Dumas”

    1. Ikhsan Says:
      May 9th, 2009 at 8:31 am

      salam,.

      saya juga sangat menyukai buku count of monte cristo tsb.
      sudah lama saya cari ditoko buku tapi belum ketemu lagi buku ini. bisa tolong bantu dimana bagusnya cari buku tersebut dalam edisi Bahasa Indonesia.

      terima kasih

    2. farida Says:
      February 4th, 2010 at 8:05 am

      iya saya juga penggemar berat buku itu. saya sudah berburu di berbgai pameran buku, di shopping (daerah khusus jual buku di Jogja, yg ada puluhan kiosnya), tapi ga ada satupun yang punnya buku itu. saya baca buku itu sewaktu sma dari perpus sekolah (versi indonesia– yang buku itu cuma ada 1, sumbangan dari kakak kelas), setelag saya browwing saya hanya dapat versi inggrisnya. saya berharap sekali bisa punya buku versi indo.
      terima kasih banyak…

    3. rachmi ramdhini Says:
      June 29th, 2010 at 5:38 am

      assalamualaikum…
      salam kenal ,
      kalau boleh saya tahu , kira2 beli buku the count of monte cristo dimana ya?
      saya dah cari2 tapi ga dapet….
      makasih sebelumnya…
      bls.ya ke e-mail fb saya ya..
      shikamaru.forever@yahoo.co.id

    Comments

    rahasia-kaum-falasha