« Pemimpin Yang Kurindukan | Home | Ilmu Tajwid »
Evolusionis Vs. Kreasionis
By admin | September 22, 2008
Pertentangan kedua kubu dalam bidang sains ini telah berlangsung selama lebih dari seabad. Hasilnya cuma berupa debat-debat kusir yang tak kunjung memberikan jawaban kepada pertanyaan yang sesungguhnya : Bagaimana Bumi dan Semesta ini Terbentuk?![]()
Kaum kreasionis bersikukuh dalam pendirian bahwa semesta dan segala isinya adalah ciptaan. Dalam aliran ini, ada dua golongan yang memandang kosmologi semesta secara berbeda. Golongan pertama ialah kaum religius yang mutlak meyakini bahwa semesta dan segala isinya diciptakan oleh dzat yang dinamakan ‘Tuhan’. Sementara golongan kedua, berpikiran lebih ‘universal’ dengan opini bahwa semesta merupakan kreasi dari sebuah kekuatan intelektual yang tidak bisa didefinisikan. Nah…apakah kekuatan intelektual itu? Mereka tentu tak dapat menjawabnya karena keyakinan bahwa definisi tentang kekuatan intelektual tersebut belum berada pada ‘tahap pemecahan masalah’ dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan manusia.
Kaum evolusionis ialah golongan yang meyakini penciptaan semesta berhubungan dengan filsafat materialisme bahwa ‘sesuatu dapat menjadi ada karena memang telah ada’. Kaum ini meyakini bahwa materi merupakan elemen yang tidak diciptakan dan sifatnya tidak terikat oleh ruang dan waktu, yang ada hanya perubahan wujudnya saja. Semesta dikisahkan sebagai benda yang tercipta dari satu titik yang mengalami evolusi selama milyaran tahun untuk mencapai bentuk yang kita saksikan saat ini. Sementara, kehidupan di bumi merupakan bentuk evolusi yang terus berubah seiring perjalanan waktu tanpa mengubah materi segala unsur pembentuknya.
Sejujurnya, saya masih pusing dengan segala macam opini dan pendapat bersilangan di antara kedua kubu. Masalah kosmologi merupakan sesuatu yang nampaknya tak akan pernah terlacak melalui realitas dan empirisme pengetahuan. Manusia cuma berusaha saja dan hasilnya tak kunjung didapat. Inilah sebabnya mengapa kedua kubu tak dapat membuktikan kebenaran dari opininya secara empiris.
Sebagai penganut agama, saya memandang bahwa pendapat kaum kreasionis (dalam hal ini, yang saya maksud ialah konsep Islam) lebih realistis. Seorang yang meyakini agama dan membaca kitab suci akan memperoleh hikmah, bukan pembuktian dalam kerangka empirisme, tentang bagaimana semesta terbentuk.
Misalnya dalam pencipaan manusia. Mungkinkah unsur-unsur yang membentuk tulang-belulang, daging, darah, dan kulit manusia menyatu dengan sendirinya? Tak masuk akal bila jawabannya Iya. Demikian pula dalam konsep bagaimana sebuah bintang dapat terbentuk, bagaimana bumi terbentuk, bagaimana seekor hewan tercipta. Tak mungkin semua hal yang rapi dan teratur ini terbentuk dengan sendirinya dari materi yang sifatnya kekal. Jelas bahwa ada sebuah kekuatan yang menyatukan dan membentuk materi-materi tersebut ke dalam bentuk rapi yang direncanakan, dan kekuatan itu –seperti apapun wujud dan sifatnya- harus kita panggil dengan sebutan ‘Tuhan’.
Mahardhika Zifana / The Count of Monte Cristo
Topics: Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat, Science & Technology >< Sains & Teknologi | 3 Comments »








June 30th, 2009 at 9:43 am
sampai saat ini tampaknya tidak ada metode verifikasi yang tepat untuk menjelaskan teori evolusi. teori evolusi hanya satu dari sekian banyak kemungkinan penciptaan makhluk hidup. bisa jadi memang evolusi adalah cara tuhan menciptakan makhluk hidup.
nah penciptaan selain manusia saya pikir memang terbuka peluang bagi teori evolusi. tapi untuk penciptaan manusia, menurut saya, al quran telah menutup peluang tsb.
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (ali imran:59)
wallahu ‘alam
May 23rd, 2010 at 5:42 am
baca buku the origins species, darwin sendiri ga bs jawab kenapa lebah bs bikin sarang segi enam, dgn begitu presisi? karena darwin berteori tanpa bukti, cm bualan dia aja.
May 23rd, 2010 at 5:46 am
harun yahya mengungkap semua kebohongan darwin, teori evolusi bermuatan politik, di bela mati- matian oleh kaum atheis, komunis, materialis. karena di jadikan dasar pemikiran mereka. contoh, hitler, lenin, marx, mao.