• Custom Search

    Subscribe/Lihat RSS

    Comments/Komentar RSS

    Be a Fan of Mahardhika Zifana in Facebook by Clicking the Picture Below

    Be a Fan of Mahardhika Zifana in Facebook

    Add to Technorati Favorites

    Add to Google

    Add to My Yahoo!

    Magus: Thriller di Mesjid Menara Kudus
    Magus: Thriller di Mesjid Menara Kudus by Mahardhika Zifana
    My rating: 5 of 5 stars
    View all my reviews

    Mau Belanja Buku Online? Klik gambar di bawah ini:


    Masukkan Code ini K1-93B216-3
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

    Mau Domain Gratis Keren www.namadomain.co.cc? Klik gambar di bawah ini:

    CO.CC:Free Domain

    Butuh Web-Hosting Gratis Terbaik? Klik Gambar di bawah ini:

    Free Web Hosting with Website Builder

    Mahardhika Zifana's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

    Cari Uang Banyak di Internet? Klik gambar di bawah ini:

  • « | Home | »

    Konsep Islam Dalam Pendidikan Keluarga

    By admin | November 16, 2008

    Keluarga didefinisikan sebagai unit masyarakat terkecil yang terdiri atas ayah, ibu dan anak. Setiap komponen dalam keluarga memiliki peranan penting. Dalam ajaran agama Islam, anak adalah amanat Allah. Amanat wajib dipertanggungjawabkan. Jelas, tanggung jawab orang tua terhadap anak tidaklah kecil. Secara umum inti tanggung jawab itu adalah menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak dalam rumah tangga. Allah memerintahkan :

    “Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan neraka”. [Al Ayah]

    Kewajiban itu dapat dilaksanakan dengan mudah dan wajar karena orang tua memang mencintai anaknya. Ini merupakan sifat manusia yang dibawanya sejak lahir. Manusia diciptakan manusia mempunyai sifat mencintai anaknya.

    “Harta dan anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia”. [Al-Kahfi ayat 46]

    Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa telah datang kepada Aisyah seorang ibu bersama dua anaknya yang masih kecil. Aisyah memberikan tiga potong kurma kepada wanita itu. Diberilah oleh anak-anaknya masing-masing satu, dan yang satu lagi untuknya. Kedua kurma itu dimakan anaknya sampai habis, lalu mereka menoreh kearah ibunya. Sang ibu membelah kurma (bagiannya) menjadi dua, dan diberikannya masing-masing sebelah kepada kedua anaknya. Tiba-tiba Nabi Muhammad SAW datang, lalu diberitahu oleh Aisyah tentang hal itu. Nabi Muhammad SAW bersabda :

    “Apakah yang mengherankanmu dari kejadian itu, sesungguhnya Allah telah mengasihinya berkat kasih sayangnya kepada kedua anaknya”.

    Uraian diatas menegaskan bahwa (1) wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya, dan (2) kewajiban itu wajar (natural) karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anaknya.

    Agama Islam secara jelas mengingatkan para orang tua untuk berhati hati dalam memberikan pola asuh dan memberikan pembinaan keluarga sakinah, seperti yang termaktub dalam QS Lukman ayat 12 sampai 19. Dan apabila kita kemudian kaji isi ayat diatas, maka kita akan menemukan beberapa point-point penting diantaranya adalah :

    1. Pembinaan jiwa orang tua.

    Pembinan jiwa orang tua di jelaskan dalam Surah Luqman ayat 12 :

    Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

    2. Pembinaan tauhid kepada anak.

    Makna tentang pembinaan tauhid,

    Luqman Ayat 13 :

    Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah kezhaliman yang besar”.

    Luqman Ayat 16 :

    (Lukman berkata) : Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

    Yang dimaksud dengan “Allah Maha Halus” ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu begamana kecilnya.

    3. Pembinaan akidah anak

    Mengenai pembinaan akidah ini, Surah Luqman memberikan gambaran yang begitu jelas. Dalam surat tersebut pembinaan akidah pada anak terdapat dalam empat buah ayat yaitu ayat 14, 15, 18 dan ayat ke 19.

    4. Pembinaan jiwa sosial anak

    Pembinaan sosial pada anak dalam keluarga, dijelaskan dalam surat Luqman ini melalui ayat ke 16 dan ayat ke 17. Untuk ayat ke 16 telah disebutkan pada point ke dua. Sedangkan ayat ke 17 dari surat Luqman berbunyi :

    Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang patut diutamakan.

    Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga dikatakan sebagai lingkungan pendidikan pertama karena setiap anak dilahirkan ditengah-tengah keluarga dan mendapat pendidikan yang pertama di dalam keluarga. Dikatakan utama karean pendidikan yang terjadi dan berlangsung dalam keluarga ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan pendidikan anak selanjutnya. (Maman Rohman, 1991:24).

    Para ahli sependapat bahwa betapa pentingnya pendidikan keluarga ini. Mereka mengatakan bahwa apa-apa yang terjadi dalam pendidikan keluarga, membawa pengaruh terhadap lingkungan pendidikan selanjutnya, baik dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. Tujuan dalam pendidikan keluarga atau rumah tangga ialah agar anak mampu berkembang secara maksimal yang meliputi seluruh aspek perkembangan yaitu jasmani, akal dan ruhani. Yang bertindak sebagai pendidik dalam rumah tangga ialah ayah dan ibu si anak. Ingatlah selalu kepada apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadistnya:

    “Setiap anak dilahirkan atas dasar fitrah. Maka ibu-bapanyalah yang menasranikanatau menyahudikan atau memajusikannya. (H.R. Bukhari Muslim)

    Dari hadist nabi tersebut tergambarkan bagaimana pentingnya pendidikan dalam lingkungan keluarga. Dimana dalam hal ini keluarga berperan untuk membentuk pribadi anaknya ke arah yang lebih baik.

    • Share/Bookmark

    Topics: Family & Education >< Pendidikan & Keluarga, Religion & Philosophy >< Agama & Filsafat | 12 Comments »

    12 Responses to “Konsep Islam Dalam Pendidikan Keluarga”

    1. niya Says:
      February 20th, 2009 at 10:19 am

      assalamu’alaikum,…….
      saya ucapkan terimakasih, karena artikel ini membantu untuk membuat makalah,………
      syukron.
      wassalam.

    2. Mahardhika Zifana Says:
      February 20th, 2009 at 11:49 am

      niya:

      Sama-sama. Senang bisa membantu

    3. phata Says:
      April 17th, 2009 at 2:51 am

      waduhhh… makasih deh… hehe isinya bagus

    4. Entin R Says:
      September 4th, 2009 at 4:30 am

      Ass…
      Alhamdulillah artikel ini dapat membantu tugas kuliah saya

    5. sangkil Says:
      September 12th, 2009 at 11:24 pm

      terima kasih om, artikel nya keren,..
      mohon izin copy untuk blog ,..:)

    6. mouzha Says:
      October 29th, 2009 at 6:23 am

      thank’s ya…, atas artikelnya sehingga Q bsa ngerjain tugas kuly Q,Tha…

    7. Febby Antoni Lazuardi Says:
      November 18th, 2009 at 2:13 am

      Jazakllah khairan,
      Artikel ini membantu saya dalam membuat proposal thesis

    8. Cynthia Agnes Says:
      June 2nd, 2010 at 3:05 am

      Makasih banyak ia artikel ini bisa help me for ngerjain tugas presentasi aku..

    9. maftuhah Says:
      June 2nd, 2010 at 1:46 pm

      assalamualaikum..
      makasih banget, artikel bantu q krjain tugas…

    10. yudi Says:
      June 21st, 2010 at 5:11 am

      masasih ata tulisannya memberikan inspirasi dan membuka wawasan….
      salam persaudaraan…

    11. m.hilmanfikri Says:
      July 24th, 2010 at 7:24 am

      Assalamualaikum,terima kasih banyak atas informasinya pak, saya mohon izin untuk disave…

    12. Ustadz Basyir Al-Muhammad Says:
      August 26th, 2010 at 10:01 am

      Syukron Alhamdulillah.

      Saya sangat berterima kasih, mohon izin makalah itu saya pergunakan untuk materi tambahan saya untuk mengisi Kultum, atau kuliah tujuh menit di Masjid An-Nuur Perum Lembah Hijau, Magelang, Senin, 30 Agustus 2010. Semoga Alloh mencatat ini semua sebagai sebuah amal baik Bapak, sebagai tabligh yang telah diperintahkan Alloh s.w.t dan Rosul-Nya Muhammad S.a.w., dan melipatgandakan pahalanya. amin.

      Mus’ad Basyir Al-Muhammad.

    Comments

    rahasia-kaum-falasha