« Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (M-P) | Home | Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (V-Z) »
Kamus Linguistik Inggris-Indonesia (Q-U)
By admin | November 5, 2009
Redundancy
Kelimpahan
Jumlah informasi yang dikomunikasikan yang melebihi jumlah minimum yang diperlukan.
Reference
1. Referens
2. Referensi
Hubungan antara referen dengan lambang yang dipakai untuk mewakilinya.
Referent
Referen
Unsur luar bahasa yang ditunjuk oleh unsur bahasa.
Semantics
Semantik
1. Bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara; 2. Sistem dan penyelidikan makna dan arti dalam suatu bahasa atau bahasa pada umumnya.
Semiology
Semiologi
Eropa Kontinental. Ilmu yang mempelajari lambang-lambang dan tanda-tanda.
Semiotics
Semiotika
Anglo-Amerika. Ilmu yang mempelajari lambang-lambang dan tanda-tanda.
Sentence
Kalimat
1. Satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual maupun potensial terdiri atas klausa; 2. Klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa yang membentuk satuan yang bebas; 3. Konstruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola tertentu dan dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan.
Sign
Tanda
Guratan yang tampak pada permukaan, bersifat konvensional untuk memisahkan perbagai bagian dari satuan bahasa tertulis dan yang sedikit banyaknya memengaruhi makna satuan bahasa yang bersangkutan.
Signification
Pelambangan
Hubungan antara konsep abstrak atau benda konkret dengan unsur bahasa yang dipakai untuk melambangkannya.
Sound law
Hukum bunyi
Pernyataan di dalam linguistik historis komparatif yang menjelaskan perubahan-perubahan teratur di dalam sistem bunyi suatu bahasa dari suatu masa ke masa lain dalam perkembangan sejarahnya, atau yang menjelaskan rangkaian kesepadanan antara unsur-unsur dalam bahasa yang berbeda-beda.
Speech
Wicara
Kontinuum bunyi bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi
Speech act
Pertuturan
Perbuatan berbahasa yang dimungkinkan oleh dan diwujudkan sesuai dengan kaidah-kaidah pemakaian unsur-unsur bahasa; 2. Perbuatan menghasilkan bunyi bahasa secara beraturan sehingga menghasilkan ujaran bermakna.
Spoken language
Bahasa lisan
Ragam bahasa yang diungkapkan dengan medium lisan dan ditandai dengan pengulangan-pengulangan, bentuk tegun, jeda, dsb.
Statement
Pernyataan
1. Pertuturan yang menimbulkan keadaan baru dengan mengujarkan kata-kata; 2. Makna ujaran yang mengungkapkan sesuatu atau hipotesis.
Stress
Tekanan
Kekuatan yang lebih besar dalam artikulasi pada salah satu bagian ujaran yang membuatnya lebih menonjol daripada bagian ujarn yang lain.
Structure
Struktur
Perangkat unsur yang di antaranya ada hubungan yang bersifat ekstrinsik; unsur dan hubungan itu bersifat abstrak dan bebas dari isi yang bersifat intuitif.
Subject
Subyek
Bagian klausa berujud nomina atau frase nominal yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara.
Surface structure
1. Struktur permukaan
2. Struktur lahir
1. Hubungan gramatikal antara kata-kata dalam frase atau kalimat yang konkret; 2. Urutan linier bunyi, kata, frase, dan klausa yang memerincikan apa yang diujarkan; 3. Output dari transformasi, dan menjdi input komponen fonologi.
Synchronic
Sinkronis
Bersangkutan dengan suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu masa yang terbatas, dan tidak melibatkan perkembangan historis.
Syntax
Sintaksis
1. Pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satauan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar itu sendiri dalam bahasa. Satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata; 2. Subsistem bahasa yang mencakup hal tersebut; 3. Cabang linguistik yang mempelajari hal tersebut.
System
Sistem
1. Keseluruhn yang teratur, masing-masing bagiannya berfungsi menurut kaidah-kaidah yang berkaitan untuk memungkinkan masyarakat berkomunikasi; 2. Organisasi dan pengaturan variabel-variabel yang membentuk satu keutuhan; 3. Hubungan antara anggota-anggota suatu kelas paradigmatis.
Taboo
Tabu
1. Yang dilarang, baik karena kekuatan yang membahayakan maupun karena kekuatan yang mencemarkan atau merusak kekuatan hidup seseorang sehingga dihindari dengan menggunakan eufimisme; 2. Larangan memakai kata-kata tertentu karena takut atau demi sopan santun
Tense
1. Kala
2. Tegang
1. Ciri pembeda yang ditandai dengan penegangan otot dalam artikulator.; 2. Pembedaan bentuk verba untuk menyatakan perbedaan waktu atau jangka perbuatan atau keadaan.
Text
1. Teks
2. Naskah
1. Satuan bahasa terlengkap yang bersifat abstrak; 2. Deretan kalimat, kata, dsb. Yang membentuk ujaran; 3. Bentuk bahasa tertulis; naskah
Translation
1. Penerjemahan
2. Terjemahan
1. Pengalihan amanat antarbudaya dan/atau antarbahasa dalam tataran gramatikal dan leksikal dengan maksud, efek, atau ujud yang sedapat mungkin tetap dipertahankan; 2. Bidang linguistik terapan yang mencakup metode dan teknik pengalihan amanat dari satu bahasa ke bahasa lain.
Utterance
Ujaran
1. Regangan wicara bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial; 2. Kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan.
Topics: Uncategorized | No Comments »







